Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Warga Desa Galuga Menggugat Pemerintah Daerah untuk Menyelesaikan Permasalahan TPAS Galuga: Infrastruktur Jalan dan Kesehatan Mendominasi Sorotan.

Krezna.id - Polemik mengenai tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga telah memicu reaksi keras dari warga Desa Galuga.

Warga Desa Galuga merasa bahwa sejumlah kewajiban Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang diatur dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk pengelolaan TPAS Galuga belum dipenuhi.

Keluhan-keluhan tersebut dilontarkan oleh sejumlah warga di Kampung Moyan, RW 05, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, yang merasa bahwa sejumlah kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh Pemkab dan Pemkot Bogor belum ditepati.

Meskipun kewajiban-kewajiban tersebut sudah tertuang dalam PKS, namun perasaan nyaman atau tidaknya warga tetap menjadi perdebatan di antara mereka. Salah satu warga Kampung Moyan mengungkapkan, "Ada yang menganggapnya nyaman, ada yang tidak, dan ada yang merasa tidak nyaman," pada hari Senin, (26/06/2023).

"Warga berharap agar Pemkab dan Pemkot Bogor bertanggung jawab atas kewajiban yang telah ditetapkan dalam PKS tersebut," tambahnya.

Lebih lanjut, warga Kampung Moyan juga mengeluhkan ketiadaan fasilitas kesehatan yang seharusnya telah direalisasikan namun hingga saat ini belum terlaksana.

Puskesmas Pembantu (Pustu) seharusnya menjadi salah satu kewajiban Pemkab dan Pemkot Bogor yang harus dibangun. Namun, warga Kampung Moyan mengatakan bahwa hal tersebut belum terwujud.

"Kesehatan juga menjadi masalah, terutama Pustu. Sampai sekarang, warga harus mencari pengobatan sendiri, biasanya pergi ke RSUD Leuwiliang," ungkap seorang warga Kampung Moyan dari Desa Galuga, Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, keluhan mengenai kemacetan yang sering disebabkan oleh antrean truk pengangkut sampah menuju TPAS Galuga juga menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah.

"Selain itu, masalah jalan juga menjadi perhatian kami. Selama jam kerja, sering terjadi kemacetan akibat antrean truk sampah. Selain mengganggu arus lalu lintas, hal ini juga meningkatkan risiko kecelakaan," ujar seorang warga lainnya.

Lebih jauh lagi, warga Kampung Moyan menyampaikan bahwa permasalahan dalam sektor pendidikan juga harus mendapat perhatian serius dari Pemkab dan Pemkot Bogor.

"Masalah pendidikan juga harus diperhatikan. Kami berharap agar Pemkab dan Pemkot Bogor merealisasikan apa yang telah disepakati dalam PKS," tutupnya.

Dengan demikian, warga Desa Galuga terus mendesak pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan yang ada di TPAS Galuga. Mereka berharap agar infrastruktur jalan diperbaiki, fasilitas kesehatan diperhatikan, dan sektor pendidikan mendapat perbaikan yang signifikan.